Makan bersama untuk kesehatan anak. Semakin sering orangtua
membiasakan makan bersama anggota keluarga semakin sehat anak-anak dalam masa
pertumbuhan dan perkembangannya. orangtua terbiasa makan bersama, pertahankan
prestasi itu demi anak. Bila jarang maka biasakanlah mulai sekarang. Makan
bersama seluruh anggota keluarga adalah
kegiatan yang mulai ditinggalkan. Sudah jarang sekali ditemui seluruh
anggota keluarga makan bersama dalam satu meja makan. Keluarga-keluarga saat
ini lebih banyak makan sendiri-sendiri, di ruang keluarga, di depan televisi,
di ruang kerja, bahkan di kamar. Ruang makan menjadi area yang sepi dan jarang
digunakan bersama, pada makan bersama seluruh anggota keluarga erat kaitannya
dengan kesehatan yang lebih baik.
Penelitian terdahulu menunjukkan
bahwa anak-anak yang rutin makan bersama anggota keluarganya sebanyak 24% lebih
banyak mengonsumsi makanan sehat dibanding anak-anak yang jarang makan bersama
keluarganya. Hal tersebut menjadi
dorongan para peneliti dari The University of Illinois di Urbana-Champaign untuk melakukan penelitian yang berkaitan
antara kebiasaan makan keluarga dan kesehatan anak-anak. Penelitian yang
dilakukan oleh Family Resiliency Center dari universitas tersebut melakukan
pengamatan pada hampir 183.000 anak-anak remaja dari usia 3 tahun hingga 17
tahun dengan melihat kebiasaan makan anak- anak dan remaja tersebut, kenaikan
atau penurunan berat badan, dan berbagai kebiasaan berbahaya yang terkait
dengan makanan dan nutrisi. Setelah penelitian
dilakukan, didapatkan hasil bahwa anak-anak dan remaja yang makan bersama
keluarganya sebanyak tiga kali atau lebih dalam seminggu sebanyak 12% lebih
sedikit yang mengalami masalah kelebihan berat badan.
Sebaliknya, anak-anak dan remaja
yang jarang dan bahkan tidak pernah makan bersama anggota keluarganya, sebanyak
20% dari mereka lebih banyak mengonsumsi makanan manis, makanan cepat saji,
minuman bersoda, dan makanan lain yang tidak sehat.
Anak-anak yang makan bersama
keluarga lima kali atau lebih dari seminggu
membuat mereka terlindung dari kekurangan nutrisi sebanyak 25%. Anak-anak
yang sering makan dengan anggota keluarga juga akan terhindar dari kebiasaan
makan yang berbahaya sebanyak 35%,
seperti mengonsumsi obat-obatan diet, merokok,
memuntahkan makanan (gejala bulimia), dan melewatkan jam-jam makan.
Selain itu, peneliti juga menemukan hasil bahwa anak-anak dan remaja yang
terbiasa untuk makan bersama anggota keluarganya lebih banyak mendapat asupan
sayur dan buah segar serta terhindar dari makanan manis, makanan cepat saji,
dan minuman bersoda serta kumpulan makanan tidak sehat lainnya.

No comments:
Post a Comment